Di tengah persaingan industri perhotelan yang makin ketat, banyak hotel merasa sudah melakukan berbagai hotel marketing strategi, namun hasil revenue tetap stagnan. Yang sering tidak disadari, kompetitor bukan hanya bermain di iklan atau promo, mereka bermain rapi di revenue management.
ecommerceloka akan membahas rahasia revenue management yang sering dipakai hotel-hotel kompetitor, dan bagaimana pendekatan ecommerce hotel berbasis data seperti yang diterapkan oleh ecommerceloka bisa menjadi game changer untuk meningkatkan direct booking dan profit.
Apa Itu Revenue Management Hotel (dan Kenapa Banyak Hotel Salah Kaprah)
Revenue management hotel bukan sekadar menaikkan atau menurunkan harga kamar. Ini adalah strategi menyeluruh yang menggabungkan:
- Analisis demand
- Perilaku tamu
- Channel distribusi
- Timing penjualan
- Strategi pricing yang fleksibel
Sayangnya, banyak hotel masih menerapkan harga statis sepanjang tahun. Sementara kompetitor sudah mengatur harga berdasarkan data dan momentum pasar.
Rahasia #1: Kompetitor Tidak Bergantung pada OTA
OTA memang membantu exposure, tapi hotel yang cerdas tidak menggantungkan revenue hanya dari OTA. Kompetitor memanfaatkan:
- Website hotel yang dioptimalkan untuk konversi
- Promo eksklusif direct booking
- Strategi ecommerce hotel untuk mengontrol margin
Di sinilah peran ecommerceloka menjadi krusial—membantu hotel membangun ekosistem penjualan langsung tanpa bergantung penuh pada pihak ketiga.
Rahasia #2: Harga Kamar Selalu Dinamis (Bukan Asal Turun)
Hotel kompetitor jarang memberikan diskon sembarangan. Mereka menggunakan:
- Dynamic pricing berdasarkan okupansi
- Penyesuaian harga saat high demand
- Rate berbeda untuk weekday vs weekend
Pendekatan ini membuat revenue tetap optimal meskipun okupansi tidak selalu penuh.
Rahasia #3: Mereka Tahu Kapan Harus Jual Mahal
Banyak hotel takut menaikkan harga karena khawatir kamar tidak laku. Padahal kompetitor justru berani menaikkan harga saat:
- Event lokal atau internasional
- Peak season
- Long weekend
Dengan strategi revenue management yang tepat, harga tinggi justru meningkatkan persepsi value hotel.
Rahasia #4: Website Hotel Diposisikan Seperti Toko Online
Hotel kompetitor tidak memperlakukan website hanya sebagai company profile. Website mereka berfungsi seperti platform ecommerce hotel, dengan:
- Booking engine cepat
- UX yang mobile-friendly
- Promo bundling (room + breakfast + experience)
Konsep ini sejalan dengan pendekatan ecommerceloka yang fokus pada optimasi konversi, bukan sekadar traffic.
Rahasia #5: Data Lebih Penting dari Insting
Kompetitor tidak menebak pasar. Mereka membaca data:
- Conversion rate website
- Channel dengan ROI tertinggi
- Perilaku tamu sebelum booking
Data inilah yang menjadi dasar pengambilan keputusan revenue, bukan sekadar feeling atau kebiasaan lama.
Revenue Management & Hotel Marketing Strategi Harus Jalan Bersamaan
Kesalahan umum hotel adalah memisahkan revenue management dan marketing. Padahal keduanya harus saling menguatkan:
- Marketing mendatangkan demand
- Revenue management mengoptimalkan nilai dari demand tersebut
Tanpa strategi ecommerce hotel yang solid, marketing hanya akan menambah traffic tanpa meningkatkan profit. Bagaimana ecommerceloka membantu Hotel mengalahkan Kompetitor. ecommerceloka membantu hotel membangun sistem penjualan yang lebih sehat melalui:
- Optimalisasi direct booking
- Strategi ecommerce hotel berbasis data
- Sinkronisasi revenue management dan digital marketing
Hasilnya bukan hanya okupansi, tapi revenue yang lebih optimal dan berkelanjutan. Jika hotel kamu masih mengandalkan OTA, harga statis, dan strategi lama, besar kemungkinan kompetitor sudah selangkah lebih maju. Rahasia mereka bukan promo besar-besaran, tapi revenue management yang cerdas dan strategi ecommerce hotel yang tepat. Saatnya berhenti perang harga dan mulai membangun sistem penjualan hotel yang lebih strategis bersama ecommerceloka.
