Website hotel kamu ramai dikunjungi, traffic naik, iklan jalan, tapi angka booking tetap segitu-gitu saja? Tenang, kamu tidak sendirian. Ini adalah masalah klasik yang sering terjadi di industri perhotelan, terutama pada hotel yang sudah menjalankan hotel marketing strategi namun belum menerapkan pendekatan ecommerce hotel secara menyeluruh.
ecommerceloka akan membahas penyebab utama kenapa website hotel ramai tapi booking sepi, serta bagaimana solusi strategis ala ecommerceloka bisa membantu mengubah traffic menjadi revenue.
Masalah Utama: Traffic Tinggi Tidak Sama dengan Konversi Tinggi
Banyak hotel fokus mengejar traffic—SEO, Google Ads, Meta Ads—tanpa memastikan satu hal penting: apakah website siap untuk menjual?
Dalam konsep ecommerce hotel, website bukan sekadar etalase, tapi mesin transaksi. Tanpa optimasi konversi, traffic tinggi hanya akan menjadi angka laporan, bukan pemasukan.
Penyebab #1: Website Hotel Tidak Dibangun untuk Jualan
Masih banyak website hotel yang:
- Terlalu fokus ke visual, tapi minim CTA
- Booking engine lambat atau membingungkan
- Tidak mobile-friendly
Padahal mayoritas calon tamu melakukan booking lewat smartphone. Jika proses booking ribet, tamu akan pindah ke OTA dalam hitungan detik.
Penyebab #2: Harga Website Tidak Menarik Dibanding OTA
Salah satu kesalahan fatal dalam hotel marketing strategi adalah harga direct booking yang sama (atau lebih mahal) dibanding OTA. Dari sudut pandang ecommerce hotel, website harus menawarkan value lebih, misalnya:
- Free breakfast
- Late check-out
- Welcome drink atau bonus experience
Bukan sekadar murah, tapi lebih bernilai.
Penyebab #3: Traffic yang Masuk Tidak Tepat Target
Traffic tinggi tidak ada artinya jika yang datang bukan calon tamu potensial.
Contoh kesalahan umum:
- Iklan terlalu broad
- Keyword SEO tidak high-intent
- Konten menarik tapi tidak relevan untuk booking
Di sinilah hotel marketing strategi berbasis data menjadi krusial agar traffic yang datang benar-benar siap membeli.
Penyebab #4: Kurangnya Trust & Urgency
Calon tamu butuh alasan kuat untuk booking sekarang, bukan nanti. Website hotel sering gagal karena:
- Tidak ada review atau social proof
- Tidak ada informasi jelas soal kebijakan
- Tidak ada urgency (limited offer, last room, dsb)
Dalam pendekatan ecommerce hotel, trust dan urgency adalah elemen wajib.
Penyebab #5: Revenue Management Tidak Sinkron dengan Marketing
Marketing mendatangkan traffic, tapi revenue management tidak menyesuaikan harga dan penawaran. Akibatnya:
- Harga tidak kompetitif saat demand tinggi
- Promo tidak relevan dengan kondisi pasar
Inilah alasan kenapa hotel marketing strategi harus berjalan seiring dengan revenue management.
Ubah Website Hotel Jadi Mesin Cuan Hotel
Untuk mengatasi masalah booking sepi, hotel perlu mengubah mindset: Website bukan lagi brosur digital, tapi platform ecommerce hotel. Langkah strategis yang bisa dilakukan:
- Optimasi UX & booking flow
- Strategi direct booking yang jelas
- Sinkronisasi marketing dan pricing
- Analisis data perilaku pengunjung
Peran ecommerceloka dalam Meningkatkan Konversi Website Hotel
ecommerceloka membantu hotel:
- Mengoptimalkan website agar fokus ke konversi
- Menyusun strategi ecommerce hotel berbasis data
- Menyatukan hotel marketing strategi dengan revenue management
Bukan hanya menaikkan traffic, tapi memastikan setiap traffic punya peluang menjadi booking.
Jika website hotel kamu ramai tapi booking sepi, masalahnya bukan di traffic melainkan di sistem penjualan. Dengan pendekatan ecommerce hotel yang tepat dan hotel marketing strategi yang terintegrasi, website hotel bisa menjadi channel direct booking yang konsisten. Saatnya berhenti puas dengan angka traffic dan mulai fokus ke hasil nyata bersama ecommerceloka.
