Glamping View Bagus Tapi Booking Sepi? Ini Penyebabnya

blog-image

Banyak pengelola glamping merasa sudah punya modal utama yang kuat: view alam yang indah, suasana tenang, dan konsep unik. Namun kenyataannya, booking tetap sepi atau tidak stabil. Kondisi ini cukup sering terjadi di Bali, di mana persaingan glamping semakin ketat. Masalahnya sering kali bukan pada produk, tetapi pada strategi hotel marketing yang kurang tepat.

View yang bagus memang penting, tetapi dalam dunia penjualan online, view saja tidak cukup untuk mendorong calon tamu melakukan booking.

View Bagus Bukan Jaminan Booking

Kesalahan umum pengelola glamping adalah mengandalkan visual tanpa strategi marketing yang jelas. Banyak glamping terlihat cantik di foto, tetapi tidak mampu menjawab kebutuhan calon tamu. Akibatnya, mereka tertarik melihat, namun ragu untuk memesan.

Dalam konteks hotel marketing, visual hanyalah pintu masuk. Setelah itu, calon tamu butuh alasan kuat untuk memilih satu glamping dibanding yang lain.

Penyebab Booking Glamping Tetap Sepi

1. Segmentasi Pasar Tidak Jelas

Banyak glamping menjual ke semua orang, mulai dari backpacker hingga honeymoon. Padahal, setiap segmen memiliki ekspektasi dan daya beli yang berbeda. Tanpa segmentasi yang jelas, pesan marketing menjadi tidak fokus dan sulit meyakinkan calon tamu.

2. Pesan Marketing Tidak Relevan

Caption, deskripsi OTA, dan konten iklan sering terlalu umum. Tidak ada keunikan yang benar-benar ditonjolkan. Dalam hotel marketing, pesan harus menjawab satu pertanyaan penting: kenapa tamu harus menginap di sini, bukan di tempat lain?

3. Harga Tidak Seimbang dengan Persepsi

Harga glamping sering kali tidak sejalan dengan persepsi nilai yang ditampilkan. Jika visual, deskripsi, dan experience tidak mendukung harga, calon tamu akan memilih kompetitor yang terlihat lebih “worth it”.

4. Funnel Penjualan Tidak Terbangun

Banyak glamping berharap tamu langsung booking setelah melihat konten. Padahal, tamu biasanya melalui proses: melihat, membandingkan, lalu baru memutuskan. Tanpa funnel hotel marketing yang jelas, banyak calon tamu hilang di tengah jalan.

5. Minim Optimasi OTA & Direct Booking

Listing OTA yang kurang optimal, foto tidak lengkap, atau deskripsi yang tidak meyakinkan bisa membuat glamping tenggelam di antara kompetitor. Begitu juga direct booking yang prosesnya rumit dan lambat.

Peran Strategi Hotel Marketing untuk Glamping

Glamping adalah produk experience. Karena itu, hotel marketing untuk glamping harus mampu menjual cerita, suasana, dan manfaat, bukan sekadar fasilitas. Strategi marketing yang tepat akan membantu:

  • Menarik segmen tamu yang sesuai
  • Meningkatkan conversion rate
  • Mengurangi ketergantungan pada diskon

Dengan pendekatan yang terarah, glamping bisa bersaing bukan karena harga murah, tetapi karena nilai yang ditawarkan.

Bagaimana ecommerceloka Membantu Glamping Lebih Laku

Melalui pendekatan berbasis data, ecommerceloka membantu pengelola glamping memahami perilaku calon tamu dan membangun strategi hotel marketing yang lebih efektif. Fokusnya bukan hanya meningkatkan exposure, tetapi memastikan setiap channel penjualan bekerja sesuai target pasar.

Dengan strategi yang tepat, view yang bagus akan berubah menjadi booking yang konsisten.

Glamping dengan view indah bukan berarti otomatis laku. Tanpa strategi hotel marketing yang jelas, potensi besar justru bisa terbuang. Dengan segmentasi yang tepat, pesan yang relevan, dan funnel penjualan yang terstruktur, glamping tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga menghasilkan booking.

Pendekatan strategis seperti yang dilakukan oleh ecommerceloka membantu glamping memaksimalkan potensi visual menjadi penjualan yang berkelanjutan.